1.Teknik mengolah tanaman obat

beberapa teknik mengolah tanaman obat, yaitu dengan cara merebus, menyeduh, membuatnya sebagai serbuk, atau ekstrak tanaman obat yang sudah dikapsulkan.

2.Buah Mentimun (Cucumis sativus)

Buah Mentimun (Cucumis sativus) juga dapat digunakan untuk melawan jerawat batu yg bandel, disamping mempunyai banyak kandungan air, mentimun mengandung vitamin A, B1 dan C serta zat lain seperti saponin, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi dan belerang yg manjur sebagai /obat jerawat tradisional

3.Jahe (zingiber officinale)

jahe untuk melancarkan fungsi pencernaan, antimual, perdarahan, rematik, kebotakan, sakit gigi, gigitan ular, dan masalah pernapasan. juga mencegah pembekuan darah (misalnya penyakit jantung koroner dan stroke), mengurangi kolesterol dan melawan radang sendi. seduhan jahe untuk membantu menghangatkan tubuh dan melancarkan nifas. juga sebagai afrodisiak (obat perangsang fungsi seks).

4. Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza)

Temu lawak memiliki efek farmakologi yaitu, hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah

5. Sirsak (Annona muricata L.)

Manfaat daun sirsak ternyata 1000 kali lebih kuat kandungan dan kemampuannya dari kemoterapi dalam mengobati kanker

Apr 18, 2010

Stroke (1)

STROKE , kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak  tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi bio-kimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu (ref.: id.wikipedia.org).

Bagian Otak dan Fungsinya
















Terdapat dua jenis utama stroke, dan masing-masing memiliki penyebab yang berbeda.
Stroke iskemik/ penggumpalan (83% penyebab stroke),  terjadi bila blok darah mengumpal dalam arteri sehingga mengganggu asupan darah ke otak, hal ini disebabkan dari  endapan kolesterol & zat-zat lain yang tertimbun didalam arteri (aterosklerosis)dalam kurun waktu yang cukup lama.
















Stroke hemorragik/ perdarahan (17% penyebab stroke), saat pembuluh darah di dalam atau di sekitar otak pecah dan menyebabkan perdarahan, hal ini sering disebabkan karena tekanan darah yang tinggi sehingga dinding arteri akan menegang dan beresiko pecah dan terjadi pendarahan.


















Efek Stroke pada bagian-bagian tubuh






















Ilustrasi tentang Stroke

sumber referensi:

Imunisasi & Jadual

IMUNISASI (IDAI Sep 2003)


Umur Vaksin Keterangan
Saat lahir Hepatitis B-1
  • HB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan. Apabila status HbsAg-B ibu positif, dalam waktu 12 jam setelah lahir diberikan HBlg 0,5 ml bersamaan dengan vaksin HB-1. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka masih dapat diberikan HBlg 0,5 ml sebelum bayi berumur 7 hari.
Polio-0
  • Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama. Untuk bayivirus vaksin kepada bayi lain) yang lahir di RB/RS polio oral diberikan saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi
1 bulan Hepatitis B-2
  • Hb-2 diberikan pada umur 1 bulan, interval HB-1 dan HB-2 adalah 1 bulan.
0-2 bulan BCG
  • BCG dapat diberikan sejak lahir. Apabila BCG akan diberikan pada umur > 3 bulan sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu dan BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif.
2 bulan DTP-1
  • DTP-1 diberikan pada umur lebih dari 6 minggu, dapat dipergunakan DTwp atau DTap. DTP-1 diberikan secara kombinasi dengan Hib-1 (PRP-T)
Hib-1
  • Hib-1 diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2 bulan. Hib-1 dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-1.
Polio-1
  • Polio-1 dapat diberikan bersamaan dengan DTP-1
4 bulan DTP-2
  • DTP-2 (DTwp atau DTap) dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-2 (PRP-T).
Hib-2
  • Hib-2 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-2
Polio-2
  • Polio-2 diberikan bersamaan dengan DTP-2
6 bulan DTP-3
  • DTP-3 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-3 (PRP-T).
Hib-3
  • Apabila mempergunakan Hib-OMP, Hib-3 pada umur 6 bulan tidak perlu diberikan.
Polio-3
  • Polio-3 diberikan bersamaan dengan DTP-3
Hepatitis B-3
  • HB-3 diberikan umur 6 bulan. Untuk mendapatkan respons imun optimal, interval HB-2 dan HB-3 minimal 2 bulan, terbaik 5 bulan.
9 bulan Campak-1
  • Campak-1 diberikan pada umur 9 bulan, campak-2 merupakan program BIAS pada SD kelas 1, umur 6 tahun. Apabila telah mendapatkan MMR pada umur 15 bulan, campak-2 tidak perlu diberikan.
15-18 bulan MMR
  • Apabila sampai umur 12 bulan belum mendapatkan imunisasi campak, MMR dapat diberikan pada umur 12 bulan.
Hib-4
  • Hib-4 diberikan pada 15 bulan (PRP-T atau PRP-OMP).
18 bulan DTP-4
  • DTP-4 (DTwp atau DTap) diberikan 1 tahun setelah DTP-3.
Polio-4
  • Polio-4 diberikan bersamaan dengan DTP-4.
2 tahun Hepatitis A
  • Vaksin HepA direkomendasikan pada umur > 2 tahun, diberikan dua kali dengan interval 6-12 bulan.
2-3 tahun Tifoid
  • Vaksin tifoid polisakarida injeksi direkomendasikan untuk umur > 2 tahun. Imunisasi tifoid polisakarida injeksi perlu diulang setiap 3 tahun.
5 tahun DTP-5
  • DTP-5 diberikan pada umur 5 tahun (DTwp/DTap)
Polio-5
  • Polio-5 diberikan bersamaan dengan DTP-5.
6 tahun. MMR
  • Diberikan untuk catch-up immunization pada anak yang belum mendapatkan MMR-1.
10 tahun dT/TT
  • Menjelang pubertas, vaksin tetanus ke-5 (dT atau TT) diberikan untuk mendapatkan imunitas selama 25 tahun.
Varisela
  • Vaksin varisela diberikan pada umur 10 tahun.



JADUAL IMUNISASI (rek. IDAI Sep 2003)


















Catatan :
Untuk keakuratan informasi dipersilahkan menghubungi petugas medis / dokter, informasi yang dimuat dalam web ini tidak dijamin keakuratannya.

sumber referensi:
Jadual Imunisasi, http://id.wikipedia.org/wiki/Jadwal_imunisasi

Hepatitis B

HEPATITIS - B

Hati / Hepar, merupakan organ yang berfungsi menyaring racun yang masuk ke dalam tubuh.

Virus Hepatitis B dapat menginfeksi hati dan bersifat sangat menular; akan menyebabkan peradangan pada hati dan bahkan membuat hati tidak dapat berfungsi, menjadi sel kanker sampai dengan menyebkan kegagalan fungsi hati.

Diperkirakan di dunia, penyakit ini menyebabkan 1 juta orang meninggal dunia akibat terinfeksi virus ini beserta komplikasi yang disebabkannya. Indonesia merupakan negara ke -3 dengan penderita Hepatitis -B yang menginfeksi bayi s/d lanjut usia.

Penularan,
  • Kontak dengan darah penderita, misal melalui jarum suntik, pisau cukur, sikat gigi, luka terbuka, trnasfusi darah, jarum tatto, tindik, tusuk jarum
  • Hubungan seksual
Gejala,
Setelah 2-6 minggu sejak virus menginfeksi akan menyebabkan :
  • Bagian putih mata menjadi kuning
  • Kuku, Kulit tampak kuning
  • Air kencing menjadi kuning pekat (seperti teh)

Bahaya atau Dampak,
  • Radang hati akut (mendadak), Kronis (menahun)
  • Sirosis hati, yaitu jaring hati tidak berfungsi
  • Kanker hati yang dapat menyebar ke paru-paru dan organ lain
  • Carrier, seseorang tidak menderita sakit tetapi darahnya mengandung virus yang menular (dapat juga terjadi pada penderita Hepatitis-C)
  • Kegagalan fungsi hati dapat menjadi penyebab kematian
Pencegahan,
  • Vaksinasi Hepatitis B untuk bayi, remaja, dewasa dan memantau status kekebalan terhadap virus secara berkala.
  • Cara hidup sehat & bersih
    • Menjaga kesehatan & kebersihan
    • Tidak melakukan zina
    • Menggunakan alat yang steril
    • Hindari minum alkohol (agar tidak memperberat kerja hati)
    • Gizi seimbang (perbanyak sayur & buah), intirahat cukup dan olahraga teratur.
Jadual Imunisasi,



sumber referensi: